Live don’t just exist !

Yakin itu tidak berdiri sendiri. Dia bergandengan dengan syukur,dengan sabar, dengan ikhlas, dengan ridho, dengan baik sangka, dan lainnya. – Ust Yusuf Mansur dalam buku Believe.

Ada beberapa orang dalam kehidupan saya yang berperan menjadi energi untuk tumbuh kembangnya semangat. Sebagai pengatur suhu agar rekah senyuman selalu stabil. Daya tahan tubuh menjadi lebih kebal dari serangan kelemahan. Mereka adalah keluarga dan sahabat yang selalu menginspirasi.

Berbekal keyakinan dan dukungan orang-orang yang menghadirkan energi semangat tadi, saya menjadi pribadi seperti sekarang ini. Saya lahir dan besar di Klaten. Melanjutkan kuliah di kota Jogja. Alhamdulillah tidak sampai 4 tahun saya bisa lulus kuliah di jurusan Teknik.

Bukan karena saya pintar, bukan karena saya memiliki nilai-nilai kuliah yang bagus sehingga tidak perlu mengulang mata kuliah. Sama sekali bukan. Beberapa nilai mata kuliah saya banyak yang C bahkan C- pun ada !. Bagi saya mengulang mata kuliah yang sama hanya untuk mendapatkan nilai yang lebih baik adalah percuma, Masih banyak ilmu lain yang bisa kita ambil pelajarannya daripada hanya mengulang sesuatu yang bahkan sudah kita pelajari sebelumnya, apalagi alasannya karena sebuah nilai.

Kehidupan pada masa awal kuliah saya habis hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Alih-alih memikirkan bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat, kehidupan saya saat itu hanya seputar kampus dan kos. Bahkan saya tidak mengikuti satu pun organisasi di kampus. Terbayang kan bagaimana boringnya kehidupan saya saat itu. Hidup hanya disodori hal-hal yang sama, setiap hari!.

Beruntunglah saya suka membaca buku, jadi meskipun kehidupan saya sangat membosankan, saya tetap bisa bebas, imajinasi saya terus berjalan seiring dengan kata per kata yang saya baca dari buku. Hingga suatu saat saya menemukan sebuah buku yang saya dapatkan dari sebuah pameran buku. Buku yang mengubah pola pikir saya, buku yang mampu mengubah kepribadian saya, Buku yang membangkitkan semangat untuk memberikan inspirasi bagi orang disekitar kita. Bangsa kita kekurangan semangat dan harapan, oleh karena itu kita butuh banyak harapan ditebarkan serta semangat dikobarkan, biar optimisme bangkit. Saya mencoba menginstall inspirasi berkarya di dalam diri. Bagaimana menginsipirasi orang-orang di sekitar kita melalui karya yang kita hasilkan, Bagaimana mengubah dan membangkitkan semangat berkarya orang-orang di sekitar kita. Bagaimana? Hari-hari saya selanjutnya saya habiskan untuk menjawab pertanyaan ini.

Motto hidup saya pun berubah, “Mengerjakan sesuatu yang meaningfull untuk diri saya sendiri dan di saat bersamaan memecahkan masalah orang lain” Jika tidak bisa memecahkan masalah oranglain atau tidak bisa bermanfaat bagi orang lain, setidaknya saya mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk diri saya sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Alhamdulillah, berbekal keyakinan saya, akhirnya saya diperkenalkan dengan orang-orang hebat yang mengispirasi. Salah satu teman saya di jaringan micro blogging tumblr bernama Kuntawiaji sangat menginspirasi saya. Saya bersyukur bisa mengenalnya. Dari dia saya sadar bahwa sebuah buku hanya bermanfaat jika dibaca. Dari sana terpikirkan bagaimana nasib buku-buku yang sudah pernah kita baca? Kemungkinan kecil untuk kita baca kembali sangat kecil, hingga akhirnya buku tersebut hanya akan menganggur. Untuk itu, agar nilai manfaat sebuah buku tetap ada, agar mereka yang memiliki kendala dalam akses buku bisa terbantukan, maka solusinya adalah meminjamkan buku tersebut kepada siapapun yang berminat membacanya. Kepada siapapun, dimanapun, asalkan dia ingin membaca, tidak ada salahnya jika kita meminjamkannya.

Latar belakang itulah yang mengawali terciptanya sebuah situs media sosial untuk pinjam meminjam buku. Situs media sosial yang memungkinkan siapapun dan dimanapun ia berada bisa meminjam dan meminjamkan buku kepada teman-temannya yang tergabung dalam situs ini. Dengan bangga saya persembahkan :Lendabook!.

Lendabook menjadi bahan skripsi saya. Awalnya tidak mudah mengajukan ide ini kepada dosen, banyak mendapat kritikan bahkan penolakan. Namun sekali lagi, saya yakin dosen akan menerima usulan tema ini. Dengan sedikit kerja keras mengubah kata-kata di proposal skripsi saya, dan tentu dengan banyak berdoa, akhirnya setelah saya ajukan kembali, dosen saya menyetujui ide ini untuk bahan skripsi.

Awalnya saya tidak memiliki target apapun selain aplikasi ini selesai dan bisa saya presentasikan di hadapan para dosen penguji. Itu saja, nothing else.

Hal yang membuat saya sangat bahagia adalah, di hari pertama dimana saya mulaionline kan website yang sudah saya buat ini, jumlah pendaftarnya diluar dugaan saya, sangat banyak!. Ini sekaligus membuktikan bahwa banyak orang di luar sana yang ingin berbagi, berbagi dengan cara apapun yang mereka bisa, berbagi dengan saling pinjam meminjamkan buku. Sekali lagi, agar nilai manfaat sebuah buku tetap ada, agar mereka yang memiliki kendala dalam akses buku bisa terbantukan.

Alhamdulillah sampai saat ini sudah sangat banyak orang yang bergabung dilendabook. Sudah lebih dari 6 ribu orang bergabung di situs ini dan sudah banyak komunitas lendabook di beberapa kota di Indonesia (Bandung, Tangerang, Depok, Jogja, Surabaya, Malang, dan Makassar). Jumlah tim yang turut berjuang mengembangkan lendabook pun semakin banyak.

Apresiasi yang diberikan masyarakat sangat besat kepada karya ini. Di awal tahun 2013 lendabook menjadi finalis dalam ajang #BeraniMengubah yang diselenggarakan oleh Coca-Cola. Dan pada oktober kemarin, Lendabook terpilih sebagai pemenang dalam ajang World Summit Youth Award. Lendabook menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang menjuarai kompetisi e-content ini dan dianggap mampu membantu merealisasikan tujuan dari PBB. Kita patut bangga, karena hasil karya seorang anak bangsa mampu bersaing bahkan mengalahkan karya-karya dari berbagai negara di dunia. Tidak cukup di sana, di tanggal 11 Des 2013 kemarin lendabook berhasil menjadi pemenang dalam Jogja Startup Day 2013, mengalahkan puluhan startup-startup terbaik di Jogjakarta dan Indonesia.

Pada akhirnya, Live don’t just exist. Hiduplah untuk bisa diandalkan, untuk keluargamu, untuk teman dan orang-orang di sekitarmu, dan untuk kamu. Hiduplah untuk menginspirasi orang-orang di sekitarmu.

Jogjakarta | 20 April 2014

Leave a Reply