Standar Hidup

Selamat datang di era dimana segalanya berjalan begitu cepat. Perasaan baru kemarin hari senin, sekarang udah akhir pekan. Segalanya hadir begitu cepat, begitupun informasi. Jaman sekarang informasi itu ibarat debu, sekali tiup langsung bisa menyebar kemana-mana tanpa bisa kita kontrol.

Ngomong-ngomong soal informasi, saya sedikit tergelitik dengan sebuahbroadcast message di sebuah grup di Whatsapp. Sebenarnya saya adalah orang yang paling anti baca broadcast message, karena pesan yang di-broadcast ya itu-itu aja, apalagi ditambah embel2 sebarkan ke 1 orang maka kamu akan dapat 1 pahala, sebarkan ke 10 orang maka kamu akan dapat 100 pahala, macam MLM aja ini lama-lama. Broadcast message ini sebenernya berawal dari sebuah aplikasi chating sebut saja namanya Blackberry Messenger, itulah kenapa sampai saat ini (setelah saya sadar) saya tidak pernah menggunakan aplikasi chating tersebut.

Oh maaf, sepertinya kita terlalu panjang bahas sejarah broadcast message, maafkan……

Oke lanjut, saya tergelitik untuk membuat tulisan ini berawal dari sebuahbroadcast message yang ngomongin soal Standar Hidup. Pada intinya, di dalam pesan tersebut isinya adalah bagaimana agar anak-anak kita nantinya bisa bertahan hidup melawan milyaran orang lainnya dengan standar hidup yang paling minimal. Ada yang pernah baca juga pesan ini?. Nah inilah yang akan saya bahas…

Menurut saya, standar hidup ini mesti dibedakan menjadi dua macam, standar hidup untuk pria dan standar hidup untuk wanita. Kenapa mesti dibedakan? Ini menyangkut soal harga diri dan kewajiban masing-masing. Kita ga bisa sama ratakan standar hidup pria dan wanita, karena masing-masing punya peran yang berbeda.

Buat para pria, menurut saya pria harus memiliki standar hidup yang tinggi, makan-makanan yang enak, bergizi dan mahal. Tempat tinggal pun juga harus tinggi standarnya, minimal rumah minimalis dengan desain terkini, punya 3 kamar, 3 kamar mandi, 3 dapur, intinya standarnya harus tinggi. Kenapa? Karena seorang pria akan memiliki tanggung jawab untuk menghidupi keluarga, anak dan istrinya kelak, kewibawaan dan harga diri seorang pria terletak dari bagaimana ia bisa memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya, memberi nafkah yang cukup dan memastikan anak-anak serta istrinya bisa tidur dan berkumpul di rumah yang nyaman. Inilah kenapa seorang pria harus memiliki standar hidup yang tinggi!.

Buat para wanita, menurut saya wanita harus memiliki standar hidup yang seminimal mungkin. Makan yang penting hokben kenyang dan bergizi, punya rumah tinggal yang penting nyaman dan aman untuk ditinggali, uang saku seminimal mungkin, make up seadanya, dan lain-lain, intinya seorang wanita harus punya standar hidup yang paling minimal. Kenapa? Karena kelak, sebaik-baik wanita adalah wanita yang mensyukuri berapapun nafkah yang diberikan oleh suaminya.

Bayangkan jika pria yang memiliki standar hidup yang tinggi menikah dengan wanita yang memiliki standar hidup yang minimal. Kehidupan keluarganya pasti adem ayem tentrem, sang pria setiap hari dengan gagah berani keluar rumah mencari nafkah demi memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya, dan sang wanita akan dengan senang hati menerima hasil kerja keras suaminya berapapun hasilnya.

“Dek, ini hasil kerja keras Abang satu hari ini, ga banyak kok, cuman 10 juta di dompet, di rekening ada ratusan juta, tolong diterima dengan baik ya, Dek”

“Alhamdulillah, Terima kasih banyak, Kang. Saya sangat senang sekali menerimanya apalagi karena jumlahnya banyak Akang telah bekerja maksimal hari ini, semoga rejeki kita barokah ya, Kang”

Aamiin…

Leave a Reply